Oleh: Dinda Putri dan Evris Slawi

Pada tanggal 31 Oktober 2016 bertepatan dengan 30 Muharram 1438 H Teater Asy-Syams didirikan. Tanggal tersebut merupakan hari bersejarah bagi insan teater SMP Muhammadiyah Slawi. Hari bersejarah itu akan selalu mereka kenang. Meskipun para punggawa As-Syams masih terbatas, tetapi generasi yang dihasilkan serlalu berkualitas. Lebih-lebih sudah banyak penampilan eksotis yang telah mereka pentaskan. Berbagai acara menjadi kesempatan para punggawa As-Syams untuk menggilart dan memberikan kesan di lubuk hati, seperti anak kelas IX yang bernama Difa Zahra Riskiyani. Menurutnya, “Ekskul teater ini menjadi sarana untuk menyalurkan bakat, dari sini kita bisa belajar apapun, menjadi apapun dan siapapun. Teater benar-benar menjadi penghilang suntuk dan dapat merelaksasikan hati juga pikiran. Harapan saya, Teater Asy Syam akan berkembang pesat dengan prestasi dan tentu karya-karya yang gila.”
Berteater bukan saja tentang bermain peran, tapi juga mempelajari tentang ilmu kehidupan. Belajar bagaimana meresapi setiap pola kehidupan yang dimainkan, mimik, suara, gerak tubuh, polesan wajah, serta tata panggung yang membuat semua lebih terlihat nyata. Teater bukan hanya perihal kesenangan, ada proses yang sangat menguras tenaga dan pikiran, saat mempersiapkan pementasan, latihan, pendalaman karakter, vokal yang dihasilkan dan sebagainya. Dari teater kita tahu bagaimana cara menghargai apa yang disebut proses. Teater itu asik dan tak mengusik.
