
Zaman sudah bergerak cepat melaju melampaui batas canggihnya dunia teknologi. Ya, siapa di sini yang tak mengenal zaman modern seperti sekarang ini. Tentu sudah banyak yang tahu, bahwa tak sedikit dari kalangan masyarakat yang sudah mempunyai berbagai macam gawai seperti laptop, handphone, dll. Sayangnya, majunya teknologi di Indonesia berbanding terbalik dengan moralitas yang kian hari kian menurun. Tentu saja, masih banyak dari masyakarat yang sering menyalah gunakan majunya teknologi yang seharusnya digunakan sebagai pacuan untuk mencerahkan pengetahuan positif, tapi malah sebaliknya. Khususnya dari kalangan remaja, tak sedikit dari mereka yang menggunakan gawai dan jangkauan internet yang luas sebagai jalan masuknya kepada “Pergaulan Bebas”. Mereka seakan terhipnotis dengan hingar bingar dunia kebebasan dan banyak sebaran berita hoax yang sangat mudah mengalir dari berbagai media. Ini sangatlah mengecewakan. Harapan majunya teknologi sebenarnya adalah untuk memajukan dan menyebarkan ilmu pengetahuan agar masyakarat dapat mengetahui berbagai informasi dengan mudah. Namun kemudahan ini justru disalahgunakan. Keberadaan sosial media dan jangkauan internet sering di salah gunakan masyarakat Indonesia.
Tak banyak dari mereka pengguna gawai dan sosial media sering mengikuti “Trend Kekinian”. Apa yang sedang trending di dunia maya pasti ada saja yang mereka ikuti. Namun sadarkah kalian? Dengan mengikuti trend semacam itu, kita melupakan jati diri kita sebenarnya, kita mengikuti zaman namun melupakan diri kita sendiri. Kurangnya asupan yang sudah ditanamkan oleh nenek moyang kita, sopan santun. Misalnya, saat kita sedang berbicara kepada yang lebih tua, bukannya medengarkan, malah asyik bermain gawai; ngegame, chattingan, dsb. Sungguh miris bukan?
Kita sebagai generasi penerus bangsa harus mengubah sikap untuk tidak mudah terbawa arus dan tetap menyemai bekal kebaikan yang telah ditanamkan oleh orang tua kita. Di sini peran teknologi sangatlah mempengaruhi kehidupan bangsa ke depan. Kita harus menanamkan sikap “Install Kesopanan Dan Update Keimanan”. Ya, kita harus mempunyai rasa sopan santun terhadap sesama, karena di zaman yang sudah canggih ini, sangatlah jarang kita temukan sikap sopan santun apalagi terhadap yang lebih tua. Kita bisa ambil contoh saat kita lewat di hadapan bapak ibu guru, tentunya kita harus sedikit membungkukan badan, atau sekedar salam maupun sapa. Tapi dari penelitian yang saya jalani, banyak dari mereka yang hanya lewat saja, tidak mempedulikan siapa mereka dan di mana ia. Zaman dahulu, sifat-sifat seperti ini tidak di tanamkan oleh para orang tua zaman dahulu, tentunya ini sangat memalukan bagi mereka. Memang pergerakan waktu mampu menghipnotis lingkungan sekitar.
Yang kedua yaitu Update Keimanan. Apabila iman kita kuat, maka kita akan disadarkan akan pentingnya moralitas terhadap sesama. Update artinya memperbarui, nah keimanan di sini perlu diperbarui artinya memperbaiki diri dari sifat negatif, kita perlu menyaring mana sikap yang harus kita pertahankan untuk masa depan dan mana yang harus kita tinggalkan untuk bekal masa depan.
