Budaya 5 S harus diterapkan dikehidupan sehari-hari, baik di lingkungan umum maupun di sekolah. Termasuk SMP Muhammadiyah Slawi yang juga menerapkan budaya 5 S seperti saat penyambutan siswa oleh bapak atau ibu guru dan juga perwakilan siswa yang sudah dijadwal setiap harinya. Penerapan ini dilakukan setiap hari, agar siswa terbiasa dengan budaya 5 S ini.

Pembiasaan “5 S” di SMP Muhammadiyah Slawi

Menurut pendapat salah satu siswi SMP Muhammadiyah Slawi, Atika Rahma Nurina, “5 S itu memang harus kita budayakan, agar terwujud suasana yang baik di sekitar kita, salam, senyum, sapa, sopan, dan santun. Salam, yang kalimatnya merupakan doa. Senyum, yang bahkan itu tertulis sebagai ibadah. Sapa, berarti menyapa, baik sesama siswa ataupun terhadap guru. Sopan, terhadap sesama siswa maupun guru. Santu, bersikap santun untuk kebaikan bersama. Itu semua yang harus terapkan oleh siswa-siswi SMP Muhammadiyah Slawi agar tercipta suasana di lingkungan sekolah yang ramah dan hangat .” Ucap Atika.

Mengenai hal tersebut budaya 5 S itu harus di terapkan sedini mungkin agar budaya ini tetap melekat sampai kapanpun pada diri kita.